halftone-color.png
River Engage-Final logo-white.png

2-3 April 2022
The HUB Bali

Sungai adalah habitat vital bagi herpetofauna dan satwa lainnya. Secara historis, River Valley Civilization, atau Peradaban Lembah Sungai yang dimulai sekitar 4000-3100 SM di beberapa tempat seperti Sungai Nil dan Tigris, menandakan dimulainya Zaman Neolitikum atau Batu Muda, di mana manusia mulai memanipulasi dan memodifikasi lingkungannya untuk bercocok tanam, dan meninggalkan gaya hidup berpindah dan berburu.

Hingga hari ini, kita melihat kota-kota besar hidup di sepanjang garis sungai - seperti New York (Hudson), Paris (Seine), London (Thames), Bangkok (Chao Praya), dan Denpasar (hilir Sungai Ayung), karena sejatinya manusia akan kesulitan hidup tanpa sungai. 

Dengan pertumbuhan populasi manusia dan kebutuhan yang tinggi akan sungai, kita berbagi sumber daya berharga ini dengan spesies lainnya, seperti reptil dan amfibi. Peran mereka bagi ekosistem beragam, salah satunya adalah pengendalian hama tikus dan nyamuk. Sayangnya, salah satu interaksi langsung antara kita dan mereka adalah kontribusi sampah kita yang terbawa, atau terdeposit di bantaran sungai. Sampai saat ini, peneliti di dunia masih berusaha mengumpulkan bank data sampah, dan sejak dua tahun terakhir mereka berusaha memahami aliran sampah dari hulu hingga hilir dan terbawa ke lautan. Kini, kamu bisa membantu mereka memahami fenomena ini dengan membuat surveimu sendiri.

halftone-color.png

River Engage 2022 mengajak kamu untuk mengikuti rangkaian kegiatan untuk mempelajari metode survei sampah yang ilmiah untuk memulai surveimu sendiri, serta survei satwa herpetofauna pada tanggal 2-3 April 2022 di Bali.

Tidak hanya kelas teori, kamu juga akan diajak langsung ke titik penelitian lapangan di sungai terpanjang di Bali, Sungai Ayung, bersama dua pengajar utama:

Penyusun metode survei sampah sungai adaptasi NOAA, diterbitkan di  jurnal Frontiers

NATIONAL GEOGRAPHIC EXPLORER

Puspita Insan Kamil

36.jpg

Nathan Rusli

Penulis buku Panduan Identifikasi Reptil dan Amfibi Dilindungi di Indonesia

DIREKTUR YAYASAN HERPETOFAUNA INDONESIA

DSCF8015.JPG

Kamu juga akan mendapatkan pelatihan menggunakan platform Citizen Science berikut:

SURVEY SAMPAH

Marine Debris Tracker App

Aplikasi ponsel yang bisa membantumu merekam data sampah di manapun kamu berada

mdta.png

SURVEY HERPETOFAUNA

iNaturalist

Aplikasi ponsel yang bisa membantumu merekam
data satwa dan berkompetisi
dengan orang lain

inat.png

Serta turut mengundang pengisi materi:

Fakultas Kelautan & Perikanan Universitas Udayana

DOSEN & PENELITI SAMPAH PESISIR BALI

I Gede Hendrawan, PhD

Gede Hendrawan_edited.jpg

Greenpeace Indonesia

Afif Saputra

COMMUNICATION AND DIGITAL MANAGER

Afif Saputra_edited.jpg

DIREKTUR

Griya Luhu Digital Waste Bank

Ida Bagus Mandhara Brasika

Nara 1.jpeg

Fasilitas yang kami sediakan:

Silakan daftar jika kamu:

  • Bagi yang mengikuti survei lapangan herpetofauna (sebanyak maksimal 5 peserta), bersedia untuk hadir hingga malam hari serta kembali datang pagi hari selanjutnya
     

  • Dalam dua bulan setelah pelatihan ini, akan ada acara lanjutan secara daring, dan bersedia mengikutinya​

  • Berusia 17 tahun dan sudah melakukan 2 dosis vaksin COVID-19
     

  • Menyanggupi untuk berada di Denpasar secara penuh dari pukul 9.00 WITA tanggal 2 April 2022 hingga 3 April 2022 pukul 13.00 WITA
     

  • Menyanggupi untuk ikut survei lapangan ke pinggir sungai di Bali
     

  • Berminat mempelajari metode ilmiah pengukuran secara terstruktur dan berniat mengajarkannya kembali

DSCF2320.JPG
Calliophis bivirgata (1).JPG
  • Buku panduan dan materi lengkap survei sampah, survei herpetofauna, komunikasi publik, dan penyusunan laporan untuk pemerintah
     

  • Topi lapangan, sepatu boot, dan keperluan pribadi lainnya
     

  • Sertifikat

  • Makan siang, malam, dan pagi, tergantung waktu diadakannya acara
     

  • Alat tulis dan keperluan dasar untuk survei lapangan
     

  • Transportasi dari The HUB menuju titik penelitian lapangan dan sebaliknya

DSC_0158.JPG

River Engage adalah kolaborasi tiga peneliti di Indonesia, Amerika Serikat, dan Uganda sebagai upaya mengajak masyarakat memahami peran dan pentingnya menjaga sungai dengan metode ilmiah, disponsori penuh oleh National Geographic Society.

2-3 April 2022

The HUB Bali,
Sanur, Denpasar

Pendaftaran akan dibuka pada 1 Februari 2022

 

Meet The Team

Owens Headshot.jpg

Katharine Owens, PhD

University of Hartford

USA Collaborator

H_edited.jpg

Hannington Ochieng, PhD

Busitema University

Uganda Collaborator

37 squared.jpg

Puspita Insan Kamil

Water Debris Survey Lead

DSCF8015.JPG

Nathan Rusli

Herpetofauna Survey Lead

Muhammad Azmi.jpg

Muhammad Azmi

GIS Analyst

Luh De Dwi Jayanthy color.JPG

Luh De Dwi Jayanthi

Liaison & Post-test Assistant

Didukung oleh

GoArk.png
Kukangku.png
Gibbonesia.png
LOGO UKF-02.png
LFP.png
logo PMI.png
pusdikomling unpad.png
Logo Kiara guide (2)-02.png
logo himpro satli unud.png
logo asliqewan.png
Bali snake patrol.png
Eat and Run.png
UBIO-1.png
LOGO JJ 2022.png